Jumat, 19 April 2013

Itulah Cinta

Memikirkan sesuatu yang gak berwujud tetapi penuh dengan rasa dan juga banyak sifatnya. Ketika mata mulai memandang dan hati merasakan, saat dunia terpenuhi dengan banyak kata bahagia yang sempurna. Banyak arti yang datang gak dimengerti, ketika itulah gue mulai mengatakan bahwa sesungguhnya yang gue dapatkan dari hati yang pada saat itu sejalan dengan perkataan, dengan bahagia yang gak pernah terduakan, itulah cinta.

Cinta yang terlindungi oleh dua hati yang saling menyayangi, mencoba dengan mulai untuk tetap tinggal, sampai akhirnya Tuhan dan waktulah yang akan memisahkannya. Saling mencintai dengan tetap bertahan dan menepatkan sebuah janji ingin selalu bersama itulah cara gue untuk mempertahankan apa yang gue gak mau tinggalkan meski kematianpun lawannya.

Sore itu saat matahari hanya setengah lagi yang terlihat beserta cahayanya yang memantulkan ke awan sehingga berbentuk garis horizontal yang padat berisi sinar yang akhirnya melengkapi sore gue bersama dirinya. Terduduk di sebuah kursi taman yang di sebelahnya ada ayunan, gue melihat ke arah pacar gue, arah wajah cantiknya itu dengan mata yang indah. Dalam hati gue berkata “Sungguh lengkapnya hidup gue, sungguh beruntungnya gue masih bisa memilikinya sampai saat ini, bahagianya”.

Biar lebih lengkap dan terkenang momen ini, gue ajak dia mengambil foto-foto Sunset dan foto kita berdua walau dengan cara memegang sendiri. Setelah berselang waktu beberapa menit kemudian dan beberapa foto yang indah dengan sedikit bumbu kelucuan, akhirnya kita memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Dengan memakai motor butut bewarna merah yang sedikit tak terawat gue naiki bersamaan dengan dia sambil gue berkata “Pulang kita”, “iya udah mau magrib” jawab dia dengan suara lembut dan selalu membuat gue ingin teriak “Yunita I LOVE YOU”.

Diperjalanan pulang seperti biasanya dia memegang erat pinggang gue yang terkadang sampai menjadi sebuah pelukan. Gue yang gak mau kehilangan hangat pelukannya terkadang gue menggenggam tangannya dan langsung mengeratkan pelukan dia. Tidak jauh rumah dia dari taman yang kita tempatkan tadi, kurang lebih hanya 5 menit dari rumahnya dan sesampai di rumahnya, gue pun langsung pamit dengan tidak lupa kata “I Love You” dan dia balas dengan “I Love You Too” yang akhirnya dengan sedikit berat untuk pergi gue pun pulang ke rumah gue yang 15 menit dari rumahnya.

Di perjalanan gue pulang, gue selalu tersenyum-senyum sendiri sambil memikirkan dia, memikirkan masa depan hubungan gue dan dia, memikirkan apa yang akan gue harus lakuin untuk selalu membuat dia bahagia. Mungkin inilah cinta yang sesungguhnya gue cari, yang gue impikan dan yang terakhir buat gue. Apapun gue berusaha selalu buat dia bahagia dan hubungan ini tanpa ada pemberhentian, walau sering terjadi perkelahian kecil yang kita alami, tapi itu semua hal yang normal dalam sebuah hubungan apalagi kita yang masih berstatus pacaran.

Sering gue dan dia menuliskan sebuah janji untuk masa depan hubungan yang sedang dijalani ini, mengukir sebuah kisah cinta kita yang gak mau kalah dengan kisah cinta Romeo dan Juliet. Gak peduli apa yang sudah terjadi dan apa yang akan terjadi, yang harus dipastikan dalam hubungan kita adalah mempertahankan cinta dan kasih sayang dalam hubungan gue dan dia.

Mimpi yang gak pernah terbayangkan oleh gue sebelumnya kini udah terjadi seiring waktu berjalan dengan hidup yang masih misteri ujungnya. Ketika kecocokan kita sulit untuk diterima hingga konflik datang pada hubungan ini, hanya kata maaflah yang gue ucapkan untuknya, selalu memaafkan agar gue bisa selalu mencintainya dengan tidak akan membencinya.

Sesempit apapun waktu yang gue miliki ini, gue manfaatkan untuk selalu mencintai dirinya, gue bakal selalu memberi waktu gue untuk membahagiakan dia. Gue yang berkeinginan bukan hanya untuk menjadi berarti saja dalam hidupnya tetapi menjadi arti yang tidak tergantikan oleh apapun, sehingga gue bisa jadi terutama di dalam hidupnya diluar keluraga dia.

Cinta itu tidak harus dibutakan, kita harus lihat dan pelajari dari apa yang kita lakukan untuk sebuah cinta. Cinta sejati tidak harus menunggu waktu yang lama sampai kita menikahpun, kita sendirilah yang membuatnya agar cinta itu menjadi sejati dan mempertahankan selalu ketika dua hati saling mencintai. Jika kedua hati selalu mencintai pasti ada perjuangan dalam hubungan yang mereka jalani. Itulah cinta yang kita tanam dalam hubungan gue dan dia, tidak ada kata lelah untuk gue mempertahankannya, gak akan gue lepas meski nyawa gue taruhannya, gak akan gue mainkan cinta yang ada pada gue saat ini dan inilah yang gue pilih untuk gue jadikan cinta terakhir gue. Terserah orang-orang berkata apa tentang cinta gue, yang terpenting gue cinta dia, dia cinta gue dan inilah kisah cinta gue dan dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...